Masjid Sebagai Pintu Rahmatan Lil ‘alamin
Nabi Muhammad SAW adalah sebagai
rahmatan lil alamin atau nabi yang diberi hidayah oleh Allah SWT untuk
menyebarkan rahmat ke pada seluruh umat manusia melalui masjid seperti
firmannya yang berbunyi “Dan tidaklah kami mengutus engkau wahai Muhammad
kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam”. Suatu riwayat menyatakan bahwa
sesuatu yang dibangun pertama kali oleh Rasulullah adalah masjid yang
difungsikan sebagai pintu rahmat. Masjid bukanlah kata yang menunjukkan tempat yang
diperuntukkan hanya bagi pemeluk agama ISLAM yang ingin melakukan ibadah. Masjid
adalah sumber rahmat bagi seluruh alam semesta dan seisinya. Pada zaman
Rasulullah SAW, masjid berfungsi sebagaimana mestinya yang mana para ta’mir
dapat menghidupkan masjid dan membantu muslim lain mendapatkan rahmat Allah
seperti yang dilakukan Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Umat ISLAM senantiasa
dapat mencari ketenangan, kasih sayang, kesucian jasmani dan rohani bahkan
solusi untuk masalah yang sedang dihadapi seperti konflik keluarga, hutang, dan
lain-lain. Bahkan sebuah riwayat mengatakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW bertemu dengan seorang sahabat, Abu
Umamah yang sedang duduk di dalam masjid di luar waktu shalat, dan Nabi
bertanya, “Wahai Abu Umamah! Apa yang membuat engkau duduk disini di luar waktu
shalat?” Abu Umamah mengatakan “Ya Rasulullah, sedih dan banyak hutanglah yang
membuatku duduk di masjid di luar waktu shalat”. Kemudian Nabi Muhammad pun
memberikan solusi untuknya sebuah do’a yang berbunyi Allahuma inni
audzubika minal hammi wal hazan, wa auzubika mina ajzi wal kasan wa
audzubika minal jubni wal bukhi wa audzubika min golabatid daini wakohrir rijal,
dan Abu Umamaha pun mengatakan pada Nabi Muhammad bahwa setelah aku membaca
do’a ini, Allah telah menghilangkan kesedihanku dan membayar hutung-hutangku. Sehingga pada dasarnya, masjid adalah
pintu yang diperuntukkan bagi muslim yang ingin mendapat rahmat Allah.

Comments
Post a Comment